In peace, sons bury their fathers; in war, fathers bury their sons.
MAKE  PEACE     NOT  WAR
When the rich wage war, it is the poor who die.

Damai bukanlah ketiadaan perang. Damai bukanlah ketiadaan konflik; melainkan kemampuan untuk menangani konflik dengan cara damai. Damai berarti menjalani hidup tanpa pamrih dan memperlakukan orang lain dengan hormat. Damai tidak dapat dicapai melalui kekerasan; ia hanya dapat dicapai melalui pemahaman. Perdamaian dunia tumbuh melalui non-kekerasan, penerimaan, keadilan, dan komunikasi. Kebohongan ada di hati mereka yang merencanakan kejahatan, tetapi ada sukacita bagi mereka yang menasihati perdamaian. Ketakutan tidak menghentikan kematian; ia menghentikan kehidupan. Solusi militer datang dengan biaya yang besar dan melahirkan kekerasan dan ketidakstabilan lebih lanjut, yang seringkali melanggengkan siklus konflik yang menuntut korban jiwa dan kemakmuran ekonomi yang besar. Kita membutuhkan perdamaian untuk kehidupan yang lebih baik. Keutamaan perdamaian tanpa perang. Kita harus menghentikan semua perang dan kekerasan agar dunia dapat damai. Kita harus berkomitmen untuk mengejar perdamaian melalui diplomasi dan dialog. Perdamaian bukan perang, kemurahan hati bukan keserakahan, empati bukan kebencian; kreativitas, bukan kehancuran—semua orang, bukan hanya kita. Dari gunung hingga laut, biarlah ada kedamaian dan harmoni. Memenangkan perang saja tidak cukup; lebih penting mengatur perdamaian.

Perang, pada hakikatnya, selalu kotor. Harga perang yang sesungguhnya adalah terkikisnya kemanusiaan kita. Perang adalah cerminan utama dari kegagalan suatu masyarakat. Dalam peperangan rahasia, kebenaran menjadi korban utama. Kebenaran adalah senjata ampuh melawan penindasan. Tanpa kebenaran, konspirasi merajalela. Di dunia yang dipenuhi kekerasan, adalah tugas kita untuk menjadi suara akal sehat. Dalam bayang-bayang, akuntabilitas memudar. Keheningan adalah tempat berlindung bagi mereka yang diuntungkan oleh ketidakadilan. Dalam mengejar perdamaian, kita tidak boleh mengorbankan prinsip-prinsip kita. Kita harus menyinari sudut-sudut tergelap dunia kita, karena di sanalah kebenaran bersembunyi. Perang melawan teror tidak terjadi di medan perang, melainkan di hati dan pikiran manusia. Akar terorisme terletak di tanah ketidakadilan. Ketika kekerasan menjadi norma, keadilan menjadi sulit dipahami. Mengejar keadilan seringkali menjerumuskan kita ke jalan yang gelap dan berbahaya. Perjuangan untuk keadilan adalah pertempuran seumur hidup. Keadilan yang tertunda adalah keadilan yang diingkari. Kekuatan kebenaran terbukti dalam ketakutan yang ditimbulkannya pada mereka yang berusaha menekannya. Kekuasaan, ketika dijalankan secara rahasia, dapat merusak bahkan niat yang paling mulia sekalipun. Ancaman terbesar bagi demokrasi adalah penyalahgunaan kekuasaan. Ketika kekuasaan tak terkendali, penyalahgunaan kekuasaan pun menyusul. Masyarakat yang lebih mengutamakan kerahasiaan daripada transparansi akan selalu melahirkan korupsi. Tindakan yang paling mulia dan berani adalah tindakan yang dilakukan secara rahasia demi tujuan yang adil. Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan kesediaan untuk menghadapinya. Ketika rasa takut terhadap musuh menjadi lebih besar daripada cinta akan kebebasan, masyarakat akan hancur. Patriot sejati berjuang demi keadilan, bukan kesetiaan buta. Ketika negara menjadi musuh warganya sendiri, ia kehilangan otoritas moralnya. Kekuatan sejati suatu bangsa terletak pada kemampuannya untuk menghadapi rahasia gelapnya sendiri. Perang-perang kotor di zaman kita akan dikenang sebagai noda pada hati nurani kolektif kita, mengingatkan kita akan pentingnya berjuang demi dunia yang adil dan damai. Tidak ada jalan menuju perdamaian; perdamaian adalah jalannya. Tidak ada pemenang dalam perang; tidak ada pecundang dalam perdamaian.

Perdamaian tak dapat dijaga dengan paksaan; ia hanya dapat dicapai dengan pengertian. Jiwa tak pernah dapat dicabik-cabik oleh senjata apa pun, tak dapat dibakar oleh api, tak dapat dibasahi oleh air, tak dapat dilayu oleh angin. Pengungsi adalah ibu, ayah, saudara perempuan, saudara laki-laki, dan anak-anak dengan harapan dan ambisi yang sama dengan kita. Mereka bagaikan ikan tanpa sungai, burung tanpa pohon untuk bersarang. Jika ingin mendengar kicau burung, jangan beli sangkar. Tanamlah pohon.


This website does not store any records of people's browsing histories.
No commercial benefits are intended.